Mahasiswa UNM Tolak Rektor Baru

Nasional105 Views

Pengangkatan rektor kampus lain sering kali menjadi perbincangan hangat di dunia akademik, terutama ketika keputusan tersebut memicu kontroversi dan protes dari berbagai pihak. Universitas Negeri Makassar (UNM) saat ini sedang berada di pusat perhatian setelah keputusan pengangkatan rektor baru memicu gelombang protes dari para mahasiswa. Para mahasiswa menilai proses pemilihan tersebut tidak transparan dan tidak melibatkan partisipasi seluruh elemen kampus secara maksimal.

Latar Belakang Pemilihan Rektor Baru

Proses pemilihan rektor baru merupakan salah satu agenda penting dalam dunia pendidikan tinggi. Namun, di UNM, pemilihan ini justru menjadi sumber ketidakpuasan. Keputusan untuk mengangkat rektor dari kampus lain menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan mahasiswa dan dosen. Apakah rektor baru ini benar-benar memahami kultur dan kebutuhan spesifik UNM? Apakah dia mampu membawa perubahan yang diharapkan?

Proses Pemilihan yang Tidak Transparan

Banyak mahasiswa dan dosen merasa bahwa proses pemilihan rektor baru dilakukan secara tertutup. Tidak ada sosialisasi yang cukup tentang kriteria pemilihan, apalagi melibatkan perwakilan mahasiswa dalam proses tersebut.

Kami merasa bahwa suara kami tidak didengarkan. Padahal, mahasiswa adalah bagian penting dari universitas

, ujar salah satu perwakilan mahasiswa. Transparansi dalam pemilihan rektor sangat penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil merupakan keputusan terbaik bagi seluruh civitas akademika.

Dampak Pemilihan Rektor dari Kampus Lain

Mengangkat rektor dari kampus lain juga memunculkan kekhawatiran tentang dampak yang mungkin terjadi. Rektor yang berasal dari luar mungkin tidak memiliki pemahaman mendalam tentang budaya dan dinamika di UNM. Hal ini dapat menghambat proses adaptasi dan implementasi kebijakan yang efektif.

Mengapa kita harus mendatangkan orang luar ketika ada banyak potensi dari dalam yang bisa kita kembangkan?

pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi mahasiswa.

Reaksi Mahasiswa dan Dosen

Reaksi keras datang tidak hanya dari mahasiswa, tetapi juga dari sebagian dosen yang merasa bahwa keputusan ini tidak tepat sasaran. Mereka menilai bahwa rektor baru haruslah seseorang yang memiliki rekam jejak dan komitmen yang jelas terhadap perkembangan kampus.

Aksi Protes dan Tuntutan

Sebagai bentuk penolakan, mahasiswa UNM menggelar aksi protes di depan gedung rektorat. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang menyuarakan aspirasi mereka. Tuntutan utama mahasiswa adalah transparansi dalam proses pemilihan dan evaluasi ulang terhadap keputusan yang sudah diambil.

Kami hanya ingin proses yang adil dan transparan. Apakah itu terlalu berlebihan?

ungkap seorang mahasiswa yang terlibat dalam aksi protes tersebut.

Dukungan dari Dosen

Beberapa dosen juga menunjukkan dukungan terhadap aksi mahasiswa. Mereka menyatakan bahwa pengangkatan rektor baru seharusnya menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara manajemen kampus dengan seluruh elemen civitas akademika.

Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk refleksi dan mencari solusi yang bisa diterima oleh semua pihak

, kata seorang dosen senior yang enggan disebutkan namanya.

Tantangan yang Dihadapi Rektor Baru

Menerima jabatan sebagai rektor baru di tengah situasi yang gaduh tentu bukan tugas yang mudah. Rektor baru harus mampu merangkul semua pihak dan menunjukkan bahwa dia adalah pilihan yang tepat untuk memimpin UNM menuju masa depan yang lebih baik.

Mendapatkan Kepercayaan Civitas Akademika

Langkah pertama yang harus diambil oleh rektor baru adalah membangun kembali kepercayaan dari seluruh elemen kampus. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka ruang dialog yang konstruktif dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil bersifat inklusif dan transparan.

Kepercayaan tidak bisa dibeli, ia harus diperoleh melalui tindakan nyata dan konsisten

, merupakan pandangan yang banyak disepakati.

Menerapkan Kebijakan yang Tepat

Selain itu, rektor baru harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah mendasar yang ada di UNM dan menerapkan kebijakan yang tepat guna mengatasinya. Tantangan ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan kampus dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi.

Harapan untuk Masa Depan

Meski situasi saat ini sedang memanas, banyak pihak berharap bahwa polemik ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan membawa perbaikan bagi UNM. Semua pihak berharap agar ke depannya, proses pengangkatan rektor dapat dilakukan dengan lebih transparan dan melibatkan seluruh elemen kampus, sehingga dapat menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan demikian, meskipun pengangkatan rektor dari kampus lain dapat menimbulkan tantangan tersendiri, langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh civitas akademika dapat menjadi kunci untuk mencapai solusi yang harmonis dan berkelanjutan.